Selasa, 18 Februari 2014

Awas! Ibu Hamil di Jalan Lintas



Alangkah sedihnya melihat Jalan Lintas Sumatera bagian Provinsi Lampung saat ini, Senin -17 Februari 2014- Saya berpergian ke Lampung Tengah. Belum cukup lama sekitar sebulan sebelumnya saya pun pergi ke sana dan pada saat itu jalan di jembatan terbanggi besar belum terputus.

Pasti banyak yang sudah tahu dengan berita Jembatan terputus, sebenernya si gak bener-bener ke putus, ke belah jadi dua gitu. Bukan. Tapi kondisi permukaan jalan yang miring sehingga tidak bisa dilalui kendaraan besar sehingga jalan harus dialihkan lewat Terminal Betan Subing. Judulnya terminal ya? tapi klo gak salah itu proyek besar pembangunan terminal besar (banget) yang tidak diselesaikan. Jadi disana gak ada aktifitas seperti terminal pada umumnya. Selang beberapa hari jalan di Terminal Betan Subing pun ambles dan kemacetan pun gak bisa dihindari.

Jalan di Terminal Betan Subing pun berkali-kali diperbaiki oleh sebuah perusahaan terdekat.

Saya pikir kemacetan cuma terjadi karena hal tersebut, ternyata ada yang lebih memprihatinkan. Jalan Lintas Sumatera mulai dari Natar sampai Bandar Jaya kondisi jalan sudah mulai rusak parah. Tentu saja hal itu juga bikin kemacetan. Jadi, selama perjalanan saya berkali-kali membayangkan, apa jadinya kalau ibu hamil lewat jalan ini. *mikir keras.

Saya belum putus harap dengan pemerintah dan saya selalu yakin kalau pemerintah dan masyarakat saling peduli dan kerja sama pasti jadinya "Asik" Negara Indonesia tercinta kita ini.^^




Jumat, 10 Januari 2014

Apa visi hidupmu?


Awal tahun 2014. Saya masih bingung dengan hal "saya ini maunya hidup yang bagaimana?".

Berbicara tentang visi hidup, jarang orang yang punya visi hidup. Kebanyakan orang hidup hanya mengalir saja. Tanpa mau menentukan dirinya mau kemana. Duuuuuh. dirubah dong pikiran-pikiran begitu.

Berawal dari pengalaman akhir tahun 2013 kemarin. Tentang beberapa pilihan hidup dan saya gak bisa menentukan, karena itu tadi saya gak punya visi hidup.

Setelah dipikir-pikir. Visi hidup saya ini fleksibel. Realistis dengan menjalani saja apa yang ada di depan mata.
Nah lho, ternyata dipikir lebih panjang, Visi fleksibel itu sama aja dengan gak punya visi, karena saya akhirnya akan tetap bingung bila ada beberapa pilihan. Duuuuh.

I need someone to discuss. Psikolog misalnya. hahahhaa.Sayang, saya gak punya temen psikolog.

OKE!
sekarang, mulai renungkan lagi, dengan pertanyaan pertama?

"Siapa saya?"





Sumber gambar : ada yang baru-sophie




Kamis, 09 Januari 2014

Syarat pembukaan rekening tabungan


Akhir tahun 2013, bulan Desember saya resmi jadi nasabah baru di salah satu Bank terkenal.
Awalnya, saya mengira syarat membuat rekening di bank itu bisa semakin mudah dengan cara kita bisa mendaftarnya via online. Memang benar, jika kita gak mau nunggu antrian yang lama, kita bisa entri data kita terlebih dahulu melalui online dan nanti kita dapat kode referensi, untuk kemudian kode tersebut diproses oleh pegawai bank. Jadi kita gak perlu lagi ngisi formulir secara manual. (hemat waktu bukan?)

Tapi masalahnya adalah tidak semua cabang bank bisa langsung memproses kode referensi, kita hanya bisa melakukannya di kantor pusat. Jadi, waktu itu sia-sia lah saya mendaftar via online, saya tetap menulis formulir secara manual karena saya buka rekeningnya di kantor cabang -yang notabennya lebih dekat dengan rumah-.

Waktu itu, saya datang ke bank pukul 8.30 dan membawa berkas yang diperlukan yaitu KTP dan KK. Sampai disana ternyata sudah ada beberapa calon nasabah dan saya dapat antrian nomer 3. Perlu diketahui, proses pembukaan rekening membutuhkanwaktu kurang lebih 45 menit/orang.

Setelah menunggu dengan sangat sabar, nomer antrian saya pun akhirnya dipanggil, waktu itu sudah pukul 10 lewat.  Saya pun segera mengeluarkan berkas yang disyaratkan tersebut. Dan ternyata pegawai bank meminta NPWP atau surat keterangan kerja kalau sudah kerja dan Surat domisili kalau belum kerja. Karena saya gak punya, ya akhirnya ditolaklah saya.

Pulanglah saya, tanpa hasil. T______T


Jadi, belajar dari pengalaman saya, sebelum berangkat ke bank untuk membuka rekening siapkan :
1. KTP atau SIM
2. NPWP atau surat keterangan kerja
3. Kalau belum kerja, buat surat domisili. (padahal kan udah ada KK? ntah deh.)
4. Siapkan uang untuk saldo awal. (Tiap bank beda-beda ya).
5. Siapkan materai 6000, atau paling gak bawa uang untuk beli materai.



Selamat menabung. :D

Rabu, 08 Januari 2014

Tips Menyeberang Jalan yang Aman

Menyeberang jalan disaat jalanan ramai, menjadi hal yang dianggap sulit bagi sebagian orang. Sebenarnya, Apa yang dikhawatirkan seseorang ketika akan menyeberang jalan? khawatir Tertabrak pastinya. Peristiwa kecelakaan yang dialami oleh penyeberang jalan memang kerap kita lihat dan dengar. Nah, lalu kenapa peristiwa seperti itu bisa terjadi? 

Peristiwa kecelakaan seperti itu bisa disebabkan oleh dua faktor. Pertama faktor dari si penyeberang jalan dan kedua faktor dari si pengendara. Jika dilihat dari faktor pertama, yaitu si penyeberang, maka sebaiknya kita tahu tata cara menyeberang jalan yang benar bila diasumsikan jalan dua arah/jalur:
1. Lihat arah kanan dan kiri secara bergantian.
2. Setelah kondisi jalan lengang atau minimal kecepatan kendaraan yang sedang melintasi jalan tersebut rendah, jalan lah perlahan.
3. Setelah satu jalur berhasil dilewati, kembalilah lihat atau tengok arah kiri.
4 . Setelah dianggap aman, barulah jalan.

Hal yang paling penting ketika menyeberang jalan sebenarnya adalah 
1.tenang, 
ketika menyeberang jangan sekali-kali berlari karena ketika menyeberang dengan cara berlari itu akan mengagetkan si pengendara jalan yang melintas. 
2.Jangan ragu.
jangan buat si pengendara bingung. ketika menyeberang jalan kalau mau maju ya terus jalan maju. jangan maju mundur. 

Gitu aja si, intinya. Hahhhahaha.

PS : buat si pengendara jalan juga harus mau mengalah dan mendahulukan si penyeberang jalan yaaa. 


Sumber gambar :detik.com